Kelompok E : Intelegent Agents .
Virtual Agent
Character untuk Mendukung Intelligent LearningSystem Berbasis Web
1. Pendahuluan
Dialog merupakan
hal yang paling dasar dalam suatu sistem komunikasi pembelajaran. Suatu sistem
pembelajaran saat ini masih sangat bersifat statis dimana informasi text
menjadi hal yang utama untuk disajikan. Seorang pengajar megupload materi
melalui sistem yang ada dan siswa mendownload. Sistem
komunikasi yang
tersedia pun juga berbasis text sebut saja seperti forum dan chating. Hingga
pada akhirnya banyak sistem pembelajaran tidak banyak disukai. Menurut sebuah
penelitian yang diampaikan oleh Blom [Bloom, B.S., 1984] dikatakan bahwa one-to-one
teaching atau pengajaran secara kelompok kecil lebih
baik dibandingkan
kelompok besar. Sistem pembelajaran saat ini sudah dapat dibuat untuk kelompok
kecil, sehingga prose pembelajaran dapat berjalan baik. Ternyata pada
kenyataannya sistem
pembelajaran ini
masih belum juga berjalan secara maksimal. Sang-Mok Jeong dan Ki-Sang Song
[Sang-Mok Jeong and Ki-Sang Song, 2005] dalam jurnalnya menyatakan bahwa jika
human teacher (kehadiran pengajar) dalam lingkungan e-learning dapat dihadirkan
maka efek yang sama akan diperoleh bila pengajaran dilakukan secara langsung
one-to-one. Tulisan ini mencoba memberikan sebuah alternatif dengan
menghadirkan visual
teacher sehingga
dapat mendukung terciptanya intelligent learning system khususnya sistem
komunikasi pembelajaran.
2. Definisi dan
Karakteristik Agent
2.1. Defini Agent
Berikut adalah
beberapa definisi agent dari beberapa sumber :
_ Webster’s New
World Dictionary [Guralnik, 1983], agent didefinisikan sebagai: A person or
thing that acts or is capable of acting or is empowered to act, for
another.Disimpulkan [Romi Satria W, 2003]
_ Agent mempunyai
kemampuan untuk melakukan suatu tugas/pekerjaan.
_ Agent melakukan
suatu tugas/pekerjaan dalam kapasitas untuk sesuatu, atau untuk orang lain.
_ Caglayan
[Caglayan et al., 1997] mendefinisikan software agent sebagai:
Suatu entitas
software komputer yang memungkinkan user (pengguna) untuk mendelegasikan tugas
kepadanya secara mandiri (autonomously).
_ Brenner [Brenner
et. al., 1998] mendefinisikan bahwa agent harus bisa berjalan dalam kerangka
lingkungan jaringan (network environment)
2.2. Karakteristik
Agent
Pemahaman tentang
software agent, fungsi, peran, dan perbedaan mendasar dikaitkan software
program yang ada, berikut ini akan dijelaskan tentang beberapa atribute dan
karakteristik yang dimiliki oleh software agent [Romi Satria W, 2003- 2006].
1. Autonomy: Agent
dapat melakukan tugas secara mandiri dan tidak dipengaruhi secara langsung oleh
user, agent lain ataupun oleh lingkungan (environment). Untuk mencapai tujuan
dalam melakukan tugasnya secara mandiri, agent harus memiliki kemampuan kontrol
terhadap setiap aksi yang mereka perbuat, baik aksi keluar maupun kedalam
[Woolridge et. al., 1995]. Dan satu hal penting lagi yang mendukung autonomy
adalah masalah intelegensi (intelligence) dari agent.
2. Intelligence,
Reasoning, dan Learning: Setiap agent harus mempunyai standar minimum
untuk bisa disebut agent, yaitu intelegensi (intelligence). Dalam
konsepintelligence, ada tiga komponen yang harus dimiliki: internal knowledge
base, kemampuanreasoning berdasar pada knowledge base yang dimiliki, dan
kemampuan learning untuk beradaptasi dalam perubahan lingkungan.
3. Mobility dan
Stationary: Khusus untuk mobile agent, dia harus memiliki kemampuan yang
merupakan karakteristik tertinggi yang dia miliki yaitu mobilitas. Berkebalikan
dari hal tersebut adalah stationary agent. Bagaimanapun juga keduanya tetap
harus memiliki kemampuan untuk mengirim pesan dan berkomunikasi dengan agent
lain.
4. Delegation:
Sesuai dengan namanya dan seperti yang sudah kita bahas pada bagian definisi,
agent bergerak dalam kerangka menjalankan tugas yang diperintahkan oleh user.
Fenomena pendelegasian (delegation) ini adalah karakteristik utama suatu
program disebutagent.
5. Reactivity:
Karakteristik agent yang lain adalah kemampuan untuk bisa cepat beradaptasi
dengan adanya perubahan informasi yang ada dalam suatu lingkungan
(enviornment). Lingkungan itu bisa mencakup: agent lain, user, adanya informasi
dari luar, dsb [Brenner et. al., 1998].
6. Proactivity dan
Goal-Oriented: Sifat proactivity boleh dikata adalah kelanjutan dari sifat reactivity.
Agent tidak hanya dituntut bisa beradaptasi terhadap perubahan lingkungan,
tetapi juga harus mengambil inisiatif langkah penyelesaian apa yang harus
diambil [Brenner et. al., 1998]. Untuk itu agent harus didesain memiliki tujuan
(goal) yang jelas, dan selalu berorientasi kepada tujuan yang diembannya
(goal-oriented).
7. Communication
and Coordination Capability: Agent harus memilikikemampuan berkomunikasi dengan
user dan juga agent lain. Masalah komunikasi dengan user adalah masuk ke
masalah user interface dan
perangkatnya,
sedangkan masalah komunikasi, koordinasi, dan kolaborasidengan agentlain adalah
masalah sentral penelitian Multi Agent System (MAS). Bagaimanapun juga untuk
bisa berkoordinasi dengan agent lain dalam menjalankan tugas, perlu bahasa
standard untuk berkomunikasi. Tim Finin [Finin et al., 1993] [Finin et al.,
1994] [Finin et al., 1995] [Finin et al., 1997]dan Yannis Labrou [Labrou et
al., 1994] [Labrou et al., 1997] adalah peneliti software agent yang banyak
berkecimpung dalam riset mengenai bahasa dan
protokol
komunikasi antar agent. Salah satu produk mereka adalah Knowledge Query and
Manipulation Language (KQML). Kemudian masih berhubungan dengan ini komunikasi
antar agent adalah Knowledge Interchange Format
(KIF).
3. MS Agent untuk
menciptakan Visual Agent Character
MS Agent adalah
suatu set layanan software yang dapat diprogram, yang mendukung presentasi dari
karakter grafis beranimasi dalam interface Windows. Dengan adanya MS Agent,
maka dapat memberikan lebih banyak nilai interaktif ke dalam programnya. Contoh
penggunaan MS Agent versi 1 yang mudah didapati adalah Office Assistant pada
program aplikasi MS Office97.
MS Agent secara
garis besar mempunyai tiga layanan (services), yaitu animation service /
layanan animasi, input service / layanan input, dan output service / layanan
output. Berikut ini ada penjabaran dari layanan-layanan tersebut
Layanan animasi :
_ Load karakter
_ Load karakter
default
_ Menganimasikan
karakter
Layanan input :
_ Input active
client
_ Support untuk
pop-up menu
_ Support untuk
speech input (input berupa perkataan/omongan)
_ Pemilihan speech
engine
_ Event-event
speech input
_ Window voice
command (perintah dengan suara)
_ Listening tip
Layanan output :
_ Support untuk
synthesized speech (suara yang dikeluarkan komputer dan
menyerupai suara
manusia)
_ Support untuk
audio output
_ Support untuk
word baloon
_ Efek suara pada
saat animasi
Untuk menciptakan
virtual character untuk mendukung terciptanya intelligent learning system cukup
digunakan layanan animasi dan layanan output, khususnya synthesized speech.
Speech engine/penghasil suara yang digunakan adalah penghasil suara default MS
Agent yang berbahasa Inggris.
Penutup
Pengembangan
visual agent ini dapat juga digunakan untuk membuat fasilitas chating menjadi
lebih dinamis atau dapat juga digunakan dalam penyampaian materi online
lainnya.
Adapun saran yang
penulis sampaikan adalah bahwa penciptakan character pada akhirnya juga dapat
menetukan keberhasilan suatu pembelajaran untuk itu pemilihan character untuk
visual agent (teacher) dapat disesuaikan.
REFERENSI :
http://majour.maranatha.edu/index.php/jurnal-informatika/article/view/272
No comments:
Post a Comment